A. Latar Belakang
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan dari sesamanya. Dalam menjalani kehidupannya, manusia sebagai makhluk yang berakal dan berbudi memiliki rasa kemanusiaan. Apabila saat ada mamusia lain yang kesakitan, maka yang lain juga ikut merasakan. Begitu juga dengan yang terjadi pada saat musibah longsor menimpa saudara kita yang ada di Bogor dan sekitarnya. Bencana tersebut telah terjadi sejak awal Januari 2020. Rasa Kemanusiaan yang besar dari Tim UNS tanggap bencana untuk bergerak mengulurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban yang tertimpa bencana. Dibawah komando Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo sangat konsisten untuk membantu korban longsor di Bogor.
https://uns.ac.id/id/
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui proses pemberian bantuan dari Tim UNS
2. Untuk mengetahui masalah dan kendala yang dihadapi Tim UNS dalam pemberian bantuan medis.
C. Pembahasan
Bantuan pertama dari UNS tiba pada 11 Januari 2020, di Desa Sepayung, Kecamatan Sukadaya, Kabupaten Bogor. Bantuan tersebut. Pada bencana kali ini, UNS fokus Rescue dengan 3 rescuer, Medis dengan 3 dokter, 1 bidan, 1 perawat, serta Bantuan obat-obatan dari Tim Medis UNS. Medan yang dilalui untuk ke lokasi cukup sulit untuk ditempuh. Bantuan berupa logistik, obat-obatan dan kebutuhan lainnya berasal dari donatur dari sivitas akademika universitas Sebelas Maret (UNS).
Sesampainya di lokasi, TIM UNS, langsung melakukan 3 hal. Pertama Mapping bantuan dan kebutuhan korban banjir oleh tim rescuer, kedua Pelayanan Pengobatan di posko UNS dan ketiga Pelayanan pengobatan secara mobile ke camp pengungsian. Prof. Kuncoro menyampaikan “Untuk pelayanan Medis dilaksanakan dengan 2 cara, yaitu Pengobatan mobile dilaksanakan di Desa Sukamulih, Kec Sukajaya, Bogor (Desa sebelah Sipayung) hingga jam 19.45. Sedangkan pengobatan di posko UNS mengantri hingga jam 20.30. Masyarakat yang mengetahui kehadiran tim medis UNS, berdatangan dan antri untuk berobat.
https://uns.ac.id/id/uns-update/uns-beri-bantuan-bencana-banjir-dan-longsor-di-bogor.html
Pada tanggal 17 Januari 2020, TIM UNS kembali mengirimkan bantuan ke Desa Sipayung, Sukajaya, Bogor.Pemberangkatantim medis gelombang II turut disaksikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo. Sebelum mobil yang membawa 7 anggota tim medis UNS berangkat ke lokasi bencana, Prof. Kuncoro secara langsung mengecek kesiapan peralatan dan obat-obatan yang akan dibawa. Dalam gelombang 2 ini, Prof. Kuncoro memberangkatkan 2 dokter penyakit dalam, 1 psikiatri, 1 dokter paru, 1 dokter penyakit kulit, 1 dokter umum dan 2 Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Vagus Fakultas Kedokteran (FK) UNS.
Di posko Tim UNS, jumlah intensitas pengungsi semakin meningkat, stock obat-obatan juga semakin menipis. Menurut data, dalam satu hari pengungsi yang berobat bisa mencapai ratusan. Prof. Kuncoro mengatakan bahwa kekhawatiran menipisnya stok obat telah teratasi melalui bantuan yang diberikan langsung oleh RS Al Mintohardjo, Jakarta. UNS terus memantau perkembangan tim dan kondisi di lapangan. Hal tersebut dimaksudkan agar UNS dapat terus mengecek kesiapan anggota tim medis, stok obat-obatan, peralatan, hingga perkembangan mengenai kondisi masyarakat terdampak bencana.
https://uns.ac.id/id/uns-update/uns-kembali-berangkatkan-tim-medis-untuk-korban-longsor-bogor.html
Tim medis UNS gelombang 2 yang diwakili oleh dr. Jerry Indra Setiawan (speasialis paru-paru), dr. Dikha Dwi Putra (spesialis penyakit dalam) dan dr. Johannes Naibako (psikiatri) menyampaikan bagaimana kondisi terakhir dan tindakan-tindakan apa saja yang sebaiknya dilakukan untuk membantu warga di wilayah tersebut.
“Terdapat dua wilayah yang dijangkau oleh tim medis UNS untuk didirikan posko bantuan yaitu di wilayah Sipayung dan Cileuksa. Posko bantuan yang ada di Sipayung terbilang lebih baik karena berdekatan dengan Puskesmas, sehingga tim medis gelombang 2 mendirikan posko di Cileuksa. Wilayah ini masih minim bantuan dan memerlukan tim medis untuk membantu warga. Beberapa daerah sekitar juga masih terisolir karena akses menuju daerah-daerah tersebut terputus,” kata dr. Jerry dihadapan media, Senin (27/1/2020).
Karena hal tersebut, Tim UNS mengirimkan bantuan medis ketiga menuju Desa Cileuksa. Terdapat lima dokter, dua Mapala Vagus Fakultas Kedokteran (FK) UNS dan 2 orang dari Tim SAR UNS. Dokter yang dikirimkan yaitu dokter spesialis paru-paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis kulit dan kelamin, psikiatri dan tambahan satu dokter anak. Penambahan dokter anak ini dikarenakan pasien anak-anak juga memiliki jumlah yang tidak sedikit.
https://uns.ac.id/id/uns-update/uns-konsisten-bantu-korban-longsor-bogor-dengan-mengirim-tim-medis-gelombang-3.html
https://uns.ac.id/id/uns-update/uns-konsisten-bantu-korban-longsor-bogor-dengan-mengirim-tim-medis-gelombang-3.html
D.Kesimpulan
Konsistensi Tim UNS di bawah koordinasi Prof Kuncoro Diharjo sangat baik dan patut diapresiasi. Koordinasi antara anggota di lokasi dengan pihak kampus, warga setempat, dan juga instansi lainnya dalam memberikan bantuan sangat terjaga dengan baik. Pemberangkatan Tim medis UNS juga sangat konsisten dengan terus mengirimkan bantuannya, sehingga masyarakat bisa terbantu dengan baik.
https://uns.ac.id/id/